Wednesday, 23 October 2013

1.       Gambar dan jelaskan perbedaan mode wireless adhoc dan insfratructure ?
Adhoc :
https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTALHXi9AZsxwp3BUsoekniYuN5Fn_dY1hjvvkCsjDZJ28bWR0n-A
Pada jaringan komputer nirkabel (tanpa kabel), ad-hoc mode adalah metode untuk perangkat nirkabel agar dapat berkomunikasi secaa langsung. Operasi dalam ad-hoc mode mengizinkan semua perangkat nirkabel dalam jarak yang spesifik satu sama lain agar dapat bertukar informasi secara peer-to-peer (penggunaan data dan perangkat pendukung lainnya secara bersama) tanpa melibatkan central access point (router).
Jaringan ad-hoc mode cenderung lebih kepada jaringan 'small group' yang jaraknya dekat. Kinerjanya pun akan mengalami kesulitan dalam mengakses data seiring dengan ditambahkannya perangkat yang baru. Mode jaringan ad-hoc ini tidak dapat menjembatani atau menghubungkan ke wired-LAN atau melalui internet tanpa terlebih dahulu memasang gateway (sistem yang menghubungkan jaringan komputer).

Insfratructure:
https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTJifrVcpuAMDWBboG9k_sAsmlgEZTfBXkANqfL8hlclZj92rwQ

Pada mode jaringan infrastruktur, perangkat nirkabel menjembatani atau menghubungkan sebuah jaringan nirkabel ke jaringan yang menggunakan media ethernet. Mode ini juga menyediakan central connection point untuk client pada Wireless LAN (WLAN).
Dibandingkan dengan ad-hoc mode, mode alternative ini memberikan kelebihan seperti jangkauan yang lebih luas, manajemen security dan lebih stabil. Kelemahan dari Infrastucture mode adalah biaya tambahan untuk memperoleh AP hardware.

2.       Jelaskan kapan terjadi interference dalam wireless dan beri solusi ?
Interferensi terjadi akibat adanya perbedaan jarak antara user dengan cell station. Dimana sinyal dari user yang dekat ke cell station lebih kuat sehingga menutupi sinyal dari user yang berada jauh dari cell station. Dengan power control, semua sinyal dari user diterima cell station dengan daya yang rata-rata sama.

Solusi menghindari terjadinya interferensi, kita harus memberikan channel yang berbeda dari channel yang sudah ada.
Contoh:
Channel yang sudah ada: 11
Channel yang kita berikan untuk AP kita: 6

3.       Rancanglah sebuah network diagram wireless dengan mode insfratructure untuk 18 wireless dengan format CIDR .
http://ariefrahman06463.files.wordpress.com/2011/07/b.jpg?w=300&h=171
Berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).
Penghitungan:
·         Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
·         Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 – 2 = 16.382 host
·         Blok Subnet = 256 – 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
·         Alamat host dan broadcast yang valid?
http://ariefrahman06463.files.wordpress.com/2011/07/c.jpg?w=300&h=95

















Referensi :
http://circuitspoofer.blogspot.com/2013/03/ad-hoc-mode-dan-infrastructure-mode.html
http://atieqsprince.blogspot.com/2010/02/acces-point-edimax-sebagai-server.html
http://drw.politekniktelkom.ac.id/Bebas/Bachelor%20Degree/Jaringan%20Komputer%20Lanjut/keren/wifi.txt
http://ariefrahman06463.wordpress.com/2011/07/

Posted on 09:48 by yusufruli

No comments

Friday, 11 October 2013



1.      Perbedaan Db4o dengan JDO/Object Persistent :



a.       Native query
b.      Bisa bekerja di mode lokal, klient dan server
c.       Tidak perlu merubah kelas untuk membuat object presistent
d.      Otomatis memanagement skema database

2.      Kelebihan Db4o dibanding oodbms lain :
a.      Desain yang indah
Banyaknya waktu dan tenaga yang terbuang dalam menangani data memang menjadi masalah yang umum dalam suatu sistem basis data. Dalam OODB masalah tersebut dapat diminimisasi dengan konsep berorientasi objek yang dimilikinya sebab dengan konsep OO, proses penyimpanan dan pengambilan data akan menjadi lebih sederhana. Selain mendapatkan persistensi data, dengan OODB kita juga mendapatkan persistensi keseluruhan obyek database, bahkan termasuk implemented behaviour-nya. Kita juga dapat dengan mudah memanggil suatu method dari objek tertentu pada database di server sehingga distribusi aplikasinya lebih mudah.
b.      Penyederhanaan pembuatan aplikasi
Tanpa disadari, terkadang suatu proyek dapat melambung biayanya karena faktor teknis seperti penggunaan beberapa tool, bahasa program dan lingkungan dari aplikasi yang berbeda-beda. Belum lagi biaya pelatihan dan lain-lain. Dengan OODB kita dapat menyederhanakan pembuatan aplikasi dengan mengurangi penggunaan bahasa pemrograman dan teknologi yang digunakan. Programmer cukup menguasai konsep OO dan bahasa pemrograman OO dengan sedikit tambahan mengenai konektivitas aplikasi dengan database. Selain itu, programmer tinggal memfokuskan pada persistensi objek.
c.       Kinerja yang tangguh
Dengan RDB seorang programmer harus menghabiskan waktu dan tenaga untuk memetakan data dengan objek, menguraikan tabel-tabel ke dalam objek dan sebagainya. Terkadang hal ini mencapai sepertiga atau bahkan separuh dari program itu sendiri. Hal ini tentunya akan menyebabkan kinerja menjadi lambat karena harus memetakan objek tersebut, belum lagi bila harus melaksanakan query-query yang kompleks. Masalah tersebut tidak dijumpai dalam OODB, karena dalam OODB, program mengakses data dengan objek nya secara langsung sehingga kinerja program akan lebih tinggi. Lebih dari itu, pada beberapa produk ODBMS bahkan dimungkinkan adanya client caching. Bayangkan kecepatan yang dapat dihasilkan bila program hanya perlu mengakses cache dari database yang sudah ada di client.

3.      Kekurangan Db4o dibanding oodbms lain :
a.      Tight coupling

Posted on 05:57 by yusufruli

No comments

Saturday, 5 October 2013

Berikut beberapa listing untuk penggunaan Object Database Persistent dalam praktikum OODB.


CLASS Barang.java
/*
 * To change this template, choose Tools | Templates
 * and open the template in the editor.
 */
package javaapplication1;

import org.garret.perst.*;
 public class Barang extends Persistent {
 String KodeBarang;
 String NamaBarang;
 String Jenis;
 double HargaSatuan;
 String Supplier;
 public Barang(String kd,String nm, String jns, double hrg, String sup){
 this.KodeBarang = kd;
 this.NamaBarang = nm;
 this.Jenis =jns;
 this.HargaSatuan =hrg;
 this.Supplier = sup;
 }
 public String getKodeBarang(){
 return KodeBarang;
 }
 public String getNamaBarang(){
 return NamaBarang;
 }
 public String getJenis(){
 return Jenis;
 }
 public double getHarga(){
 return HargaSatuan;
 }
 public String getSupplier(){
 return Supplier;
 }
 public String toString(){
 return KodeBarang+"/"+NamaBarang+"/"+Jenis+"/"+
 String.valueOf(HargaSatuan)+"/"+Supplier;
 }
 }

Posted on 19:23 by yusufruli

No comments

Friday, 4 October 2013

Buatlah database dengan nama 149. Kemudian tabel dengan nama matakuliah. Isikan kode mk, nama mk, sks, semester dan tanggal.

 Sourcecode:
 
<?php
class matakuliah
{
var $koneksi;
function Matakuliah() {
$this->koneksi = mysql_connect('localhost','root','');
mysql_select_db('149',$this->koneksi);
}
function getMatakuliah($kode_mk)
 {
 $sql = "select * from matakuliah where kode_mk='$kode_mk'";
 $result = mysql_query($sql, $this->koneksi);
 list($kode_mk, $nama_mk, $sks, $semester, $tanggal) = mysql_fetch_array($result);
 $this->kode_mk = $kode_mk;
 $this->nama_mk = $nama_mk;
 $this->sks = $sks;
 $this->semester = $semester;
 $this->tanggal = $tanggal;
 }
function addMatakuliah($data)
 {
 $sql = "insert into matakuliah values
 ('".$data['kode_mk']."','".$data['nama_mk']."',
 '".$data['sks']."','".$data['semester']."','".$data['tanggal']."')";
 mysql_query($sql, $this->koneksi);
 }  
}
$a = new matakuliah();
$dataku = array (  'kode_mk' => 'B001',
   'nama_mk' => 'Framework',
   'sks' => 2,
   'semester' => 5,
   'tanggal' => '1999-12-12' ,
  );
$a->addMatakuliah($dataku);   
$a->getMatakuliah('B001');
echo "<br>Kode MK = ".$a->kode_mk;
echo "<br>Nama MK = ".$a->nama_mk;
echo "<br>SKS = "           .$a->sks;
echo "<br>Semester = "               .$a->semester;
echo "<br>Tanggal = "   .$a->tanggal;
?>



Output:

Posted on 21:20 by yusufruli

No comments

Wednesday, 10 July 2013


Posted on 22:40 by yusufruli

No comments